Komputer Bingkai Utama
(Mainframe)
Komputer
mainframe Honeywell-Bull DPS 7 pada tahun 1990an
Komputer Bingkai Utama atau Komputer Kerangka Utama (Bahasa Ingris:
Mainframe computer) adalah komputer besar yang digunakan untuk memproses data
dan aplikasi yang besar. Mainframe pada umumnya digunakan dalam Perusahaan atau
Organisasi yang menangani data seperti sensus, riset penelitian, keperluan
militer atau transaksi finansial. Mainframe dapat melayani ratusan pengguna
pada waktu yang bersamaan. Pengguna-pengguna ini menggunakan terminal untuk dapat mengakses data dan
aplikasi di dalam komputer besar ini. Komputer ini sangat mahal dan
menghabiskan daya listrik dalam jumlah besar sehingga hanya perusahaan besar
yang mampu menggunakannya
Deskripsi
Komputer
Bingkai Utama memiliki keunggulan bukan hanya dalam kecepatan pengolahan data,
melainkan juga kompabilitas dengan berbagai aplikasi dan juga ketangguhannya.
Mesin ini dapat bekerja dalam waktu lama tanpa interupsi sama sekali. Faktor
inilah yang menjadi alasan bagi perusahaan untuk menggunakan mainframe. Biaya
yang harus ditanggung akan menjadi sangat besar apabila mesin operasional
harian berhenti berjalan.
Pada
tahun 1960an, Komputer Bingkai Utama tidak memiliki fitur interaktif. Pengguna
harus menggunakan kartu magnetik dan menjalankan proses akhir hari secara
manual dengan mengetikkan instruksi satu per satu. Di awal 1970 mainframe mulai
memiliki interface yang interaktif dan memudahkan pengguna. Pada masa ini pula
pengguna mainframe tetap dapat melakukan akses pada saat proses akhir hari
berjalan. Pengguna melakukan akses ke mainframe melalui terminal khusus. Baru beberapa puluh tahun
belakangan ini pengguna dapat mengakses mainframe melalui komputer personal
dengan menggunakan emulator sebagai perantara.
Contoh Komputer Bingkai Utama
Berikut
ini adalah contoh beberapa mainframe yang beredar:
- IBM System/360
- IBM System/390
- Honeywell-Bull DPS 7
- Cray-1 dari Cray Research
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_bingkai_utama


Tidak ada komentar:
Posting Komentar